📊 Match Review 📖 5 min read

USMNT Gagal Memanfaatkan Peluang dalam Imbang Melawan Inggris

Article hero image
· ⚽ football

Pertandingan Penuh Kesempatan yang Terlewatkan

Dengar, tidak ada yang menyangka USMNT akan mengalahkan Inggris, tetapi ini terasa seperti pertandingan di mana kedua tim kehilangan poin. Peluit akhir berbunyi dengan skor imbang 0-0, hasil yang tidak memuaskan siapa pun dan meninggalkan banyak pertanyaan menggantung di udara. Bagi anak asuh Gregg Berhalter, ini memang satu poin yang didapat di kandang lawan, tetapi ketidakmampuan untuk mengonversi satu peluang pun melawan pertahanan Inggris yang terkadang goyah akan terasa menyakitkan. Sementara itu, Inggris akan frustrasi karena tidak mampu mengalahkan tim USMNT yang, di beberapa momen, terlihat rentan.

Babak pertama berlangsung hati-hati. Inggris, seperti yang diharapkan, mendominasi penguasaan bola, menguji pertahanan USMNT dengan gelombang serangan tanpa henti. Harry Kane, yang terlihat tajam, menjadi ancaman konstan, memaksa penyelamatan gemilang dari Matt Turner pada menit ke-22. Namun, USMNT bermain disiplin. Blok pertahanan rendah mereka rapat, memaksa Inggris bermain di area sayap yang mudah ditebak. Weston McKennie, yang bermain lebih dalam dari biasanya, melakukan upaya luar biasa, memutus aliran bola dan menutupi area lapangan yang luas. Dia melakukan 5 tekel hanya dalam 45 menit pertama.

Masalahnya, penguasaan bola tidak memenangkan pertandingan. Output serangan USMNT di babak pertama sangat minim. Christian Pulisic, yang sering menjadi pemantik serangan, mendapati dirinya dijaga dua pemain setiap kali menerima bola. Folarin Balogun, yang menjalani debut Piala Dunia sebagai starter, terlihat agak terisolasi di lini depan. Peluang setengah jadi pada menit ke-35, di mana tembakan Balogun dari sudut sempit diblok oleh Kyle Walker, adalah momen terdekat mereka untuk mengancam Jordan Pickford.

Rencana permainan Berhalter jelas: membuat Inggris frustrasi, menahan tekanan, dan menyerang balik. Itu berhasil dalam sebagian besar waktu. Bentuk pertahanan USMNT sangat baik, dengan Yunus Musah dan Tyler Adams bekerja keras untuk melindungi lini belakang. Kemampuan Adams untuk membaca permainan dan mencegat umpan sangat vital, mengganggu ritme lini tengah Inggris. Namun, ketika mereka berhasil merebut bola kembali, transisi seringkali terlalu lambat, memungkinkan pertahanan Inggris untuk kembali ke posisi.

Gareth Southgate, di sisi lain, tampak puas membiarkan USMNT maju, berharap mengeksploitasi ruang di belakang. Lini tengah Inggris, yang dikomandoi oleh Declan Rice, dominan dalam hal penguasaan wilayah tetapi kurang memiliki ketajaman untuk membongkar pertahanan USMNT yang terorganisir dengan baik. Jude Bellingham menunjukkan kilasan kejeniusan, tetapi lari-lari kuatnya seringkali dihadang oleh tembok pertahanan Amerika. Masuknya Phil Foden di babak kedua memang menyuntikkan kreativitas yang sangat dibutuhkan, dan permainan kakinya yang kompleks pada menit ke-68 menghasilkan peluang emas bagi Kane, yang hanya mampu menyundul bola melebar.

Meskipun skor menunjukkan upaya kolektif, beberapa individu layak mendapat pujian khusus. Untuk USMNT, itu adalah Weston McKennie. Tingkat kerjanya fenomenal, dan dia adalah jangkar yang mencegah Inggris meraih supremasi lini tengah. Dia ada di mana-mana, melakukan tekel, intersepsi, dan bahkan maju untuk mendukung serangan. Di kubu Inggris, Declan Rice seperti biasa tampil luar biasa di lini tengah, mengatur permainan dan berulang kali merebut bola kembali. Dia menyelesaikan 90% operannya dan melakukan 4 intersepsi. Jordan Pickford, meskipun sebagian besar tidak teruji, bersuara lantang dan mengorganisir pertahanan dengan baik, melakukan satu penyelamatan krusial dari tendangan bebas Pulisic di menit-menit akhir.

Pendapat kontroversial saya? Balogun butuh lebih banyak suplai bola. Dia striker berbakat, tetapi dia kelaparan peluang. Dia hanya menyentuh bola 20 kali sepanjang pertandingan. Itu tidak cukup baik untuk pemain sekaliber dia. USMNT perlu menemukan cara untuk membuatnya terlibat di area berbahaya, atau mereka berisiko menyia-nyiakan potensinya.

Statistik melukiskan gambaran yang jelas tentang alur pertandingan. Inggris menikmati 62% penguasaan bola dan mencatatkan 18 tembakan berbanding 7 tembakan USMNT. Namun, hanya 4 dari tembakan Inggris yang tepat sasaran, menyoroti ketahanan pertahanan USMNT. USMNT, sementara itu, hanya berhasil mencatatkan 2 tembakan tepat sasaran dari peluang terbatas mereka. Expected Goals (xG) secara signifikan lebih menguntungkan Inggris, dengan xG mereka untuk pertandingan mencapai 1,89 dibandingkan dengan 0,65 milik USMNT, menurut data pertandingan resmi dari FIFA.

Hasil imbang ini membuat USMNT berada dalam posisi genting di grup kualifikasi Piala Dunia mereka. Meskipun mereka menghindari kekalahan, mereka melewatkan kesempatan emas untuk menunjukkan kekuatan mereka melawan rival besar. Jalan menuju kualifikasi kini terlihat lebih sulit, dan mereka perlu lebih klinis dalam pertandingan mendatang. Bagi Inggris, ini adalah kemunduran kecil, tetapi ini mengekspos beberapa keterbatasan serangan mereka melawan pertahanan yang terorganisir. Mereka tidak bisa membuang-buang peluang di pertandingan mendatang yang lebih krusial.

Kedua tim memiliki kekhawatiran segera. Kualifikasi berikutnya untuk USMNT adalah pertandingan kandang melawan tim Kanada yang bangkit kembali, sebuah pertandingan yang mutlak harus mereka menangkan. Mereka perlu menemukan cara untuk menciptakan lebih banyak peluang dan lebih efektif di sepertiga akhir lapangan. Inggris menghadapi perjalanan ke Meksiko, di mana mereka diharapkan meraih tiga poin, tetapi Meksiko di kandang tidak pernah mudah. Southgate akan mencari penampilan yang lebih dominan dan kembalinya ketajaman mencetak gol.

Perbandingan Pemain Kunci

Prediksi Berani: USMNT tidak akan lolos ke Piala Dunia 2026 secara langsung dari grup ini kecuali mereka secara signifikan meningkatkan efisiensi serangan mereka dan menemukan pencetak gol yang konsisten selain Pulisic.

Catatan data dan sumber

Artikel ini menggunakan data olahraga publik dan konteks liga saat ini sebagai referensi. Periksa sumber resmi untuk pembaruan cedera, jadwal, atau daftar pemain terbaru.

Kami menggunakan cookie untuk analitik dan iklan. Dengan melanjutkan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami.